Home

Selasa, 17 Desember 2013

Bunda...Relakanlah Kepergianku

Kedatanganmu begitu cepat, disaat kami belum bersiap diri. Seperti mimpi, namun mimpi yang baik untuk kami semua, karena kehadiranmu memang sedang kami nantikan bersama. Kepergianmu begitu cepat, disaat kami masih larut dalam haru biru bahagia menyambut kedatanganmu. Seperti mimpi, namum mimpi yang baik untuk kami semua, karena kesucianmu akan menempatkanmu ditempat yang baik disisi-Nya, akan menjadikanmu penghibur kami, orangtuamu, kelak diakhirat nanti..insya Allah.. Kami menangis melepas kepulanganmu, bukan karena kami tak ikhlas melepasmu, kami ikhlas karena kami tahu itulah yang terbaik yang Allah berikan kepada kami. Kami menangis melepas kepulanganmu karena kami adalah orangtuamu, keluargamu dan kami mencintaimu. Naurah anakku..betapa sayangnya Allah kepadamu sehingga hanya memberi kami sedikit waktu untuk bersamamu. Dan betapa sayangnya Allah kepada kami sehingga menjadikanmu sebagai kupu-kupu surga, yang akan menjadi penghibur kami kelak, yang akan mengajak kami ke surga menemanimu..insya Allah. Ku coba membujuk waktu, agar aku masih bisa bersamanya Dan ternyata namun waktupun tak mau berjalan pelan Ya Allah mengapa air mata ini terus mengalir meski telah ku coba menahannya namun aku tak sanggup menahan saat waktu datang membawanya dan pergi untuk selamanya berat rasanya dada ini Ya Allah, kupandangi raganya yang perlahan lahan mulai kaku, lalu ku bisikan salam perpisahan tujuh hari adalah waktu yang terindah dalam hidupku saat bersamanya,Naurah anakku sayang..selamat jalan sayang..nantikanlah kami di pintu Surga..selamat jalan sayang..doa mama menyertaimu. Aurelllia Naurah Zafarani